Berhenti sekolah bukan berarti tidak punya masa depan sukses tidak harus sarjanah


" Berhenti sekolah bukan berarti tidak punya masa depan sukses tidak harus sarjanah "

" Yang penting mah kerja keras yang lulus SD juga banyak yang sukses "


" Sekolah buat apa ? ga lulus SD juga kalau mau sukses mah pasti sukses "


" Sekolahan tinggi - tinggi buat apa ? Kerja sejak kecil nanti juga kaya "


Masih banyak perkataan orang frustasi atau orang bingung yang mencoba menghibur diri sendiri karena merasa iri dengan teman yang bisa sekolah , lulus SD bisa melanjutkan SMP, lulus SMP bisa melanjutkan ke SMA / SMK, lulus SMA bisa lanjut kuliah. . . . 


Kata - kata bijak orang sukses yang bisa dipastikan mungkin hanya lulusan SD bahkan tak lulus SD, katanya memang bijak Tapi jangan asal dipakai. Kalau kalian tahu dan berani bertanya sama orang yang tak lulus SD ( karena keluar entah malas, kurang biaya atau pun kurang pintar ) tapi setelah dewasa atau kemudian hari Sukses, punya usaha karyawan banyak ( intinya sukses ), dalam hatinya menangis saat bertemu atau bersilaturahmi dengan teman atau saudara yang memiliki kesempatan bersekolah Tinggi atau minimal lebih tinggi darinya.


Percaya atau tidak kalau kata bijak yang seperti itu sebenarnya Sampah . . .  bijak tapi tak akan dipakai oleh siapa pun kecuali sudah terlanjur.


Bagai mana tidak ? Orang yang sukses yang hanya bermodal lulus SD bahkan tak lulus SD, secara logika kalau anak - anaknya nanti mending ga usah sekolah aja mending di kursus aja yang penting bisa baca menulis dan berhitung, kan supaya seperti orang tuanya ga lulus SD juga nanti sukses.



Tapi nyatanya ga ada orang tua yang mau seperti itu, atau tega tidak menyekolahkan anaknya.

Ga ada orang tua di dunia ini apa bila mampu secara ekonomi anaknya sekolah sampai tingkat Dasar saja atau hanya sampai SD. Ga akan ada sama sekali, pasti di sekolahkan  bahkan sampai semampunya otak anaknya mau sekolah sampai setinggi apa pun, selama orang tua mampu membiayai.


. . . . . . Sekolah itu bukan berarti penentu masa depan . . . . . 
. . . . . .  Yang sekolah tinggi juga tak dapat dipastikan memiliki masa depan yang cerah . . . . .
. . . . . . Apa lagi yang tak bersekolah. . . .

Iya Kan ? ? ? ?




Berani bertanya tidak sama orang sukses yang hanya, bahkan tak lulus SD ? ?

bertanya yang simple aja, iri tidak sama orang yang bisa bersekolah tinggi ?

Jawaban yang keluar kemungkinan besar apa bila orang tersebut orang baik, pasti akan menjawab iri.

Andaikan dulu orang tua saya mampu, adik - adik saya tak banyak, saya juga ingin seperti mereka lulus SD lanjut SMP, lulus SMP lanjut SMA. Walaupun sampai SMA juga sudah cukup lah. ( Coba tanya aja sama mereka yang sukses )



Berarti kalau orang tak baik akan menjawab apa ?

he he he he he he he he he pasti jawabnya tidak iri.
Dengan alasan " sekolah tinggi - tinggi buat apa ? Yang sarjanah juga banyak yang kerja di perusahaan saya, padahal saya SD juga tak lulus.

Kenapa dikatakan tak baik ? ? Sebab dari jawabannya saja sudah tak jujur, tak sesuai dengan hati yang terdalam, mereka hanya ingin menyembunyikan kekurangan yang dimiliki dengan Membanggakan yang dimiliki, padahal kalau orang baik ya akan jujur.


Mereka yang sukses walau tak lulus SD ( bukan karena warisan ya ), adalah orang - orang istimewa, orang beruntung yang terpilih dan menang dalam seleksi alam.( di luar konteks Agama tertentu )

Mereka sukses tak semudah yang dibayangkan, kalian yang hanya berpangku tangan, hanya mengharap belas kasihan orang tua tak kan mampu menjalani kehidupan seperti mereka.

Jadi jangan pernah menggunakan kata - kata bijak dari orang yang Frustasi, orang - orang yang sebenarnya juga tak ingin mengeluarkan kata - kata tersebut,



Ingat ya . . . .

Yang hebat itu orang kaya yang berasal dari Orang Miskin

Kalau orang kaya dari keluarga kaya, biasa aja tuh


Orang hebat itu orang sukses dari keluarga yang berantakan

Kalau orang sukses dari keluarga yang harmonis, keluarga yang utuh, keluarga yang lengkap bisa dimaklumi lah


Orang hebat itu orang baik walaupun anaknya mantan maling, mantan pembunuh, mantan berandalan, mantan keluar masuk penjara.

Kalau orang baik tapi mondok di pesantren selama 20 tahun, orang baik tapi anaknya kyai, anaknya polisi, anaknya camat, anaknya pegawai ya wajar aja. . . . Ga ada hebat - hebatnya.


Sukses itu tak memandang kalian berasal dari mana ?

Kalian dari keluarga apa ?

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk SUKSES.

Posting Komentar

0 Komentar