Sejatinya Orang Tua Adalah Malaikat Tak Bersayap

Orang tua merupakan malaikat yang diturunkan untuk selalu ada buat kita, mereka akan selalu menyayangi kita apa pun yang terjadi.

Merawat dan membesarkan kita adalah kewajiban mereka, memberi segala sesuatu yang menjadi kebutuhan juga merupakan kewajibannya.

Kita sebagai anak adalah buah kasih sayang mereka, mereka tanpa kita pasti kesepian, senakal apa pun kita, semarah apa pun mereka terhadap kita mereka akan selalu menyayangi dan selalu berusaha melengkapi kebutuhan kita.


Kita sebagai anak pastinya kadang merasa marah, merasa kecewa, merasa tidak adil dengan apa yang dilakukan mereka terhadap kita.

Kita yang kadang pulang telat tidak sesuai waktu, pulang – pulang langsung dimarahi, kita yang kadang melakukan hal – hal yang menurut mereka salah langsung mendapat beragam cacian dan makian, kita yang merasa sudah besar kadang maen ditempat teman karena sudah larut malam ( Padahal baru jam 8 malam ) sudah disamperin disuruh pulang, dengan muka yang sangat malu, rasa kecewa terhadap mereka yang telah mempermalukan dihadapan teman – teman.

Kecewa, terluka hati ini, rasa ingin berontak, rasa ingin memukul, rasa ingin mencaci maki balik, rasa ingin lari jauh dari jangkauan orang tua, ingin bebas sebebas – bebasnya tanpa ada halangan dalam melakukan kegiatan yang merasa diawasi oleh orang tua.

Kadang kita, pasti memiliki pemikiran seperti itu, ada rasa malu lah dengan sikap orang tua yang terlalu over protektif, terlalu ikut campur dengan apa yang kita lakukan, kita tak pernah diberi kebebasan, selalu salah dimata orang tua, tak pernah dianggap perbuatan kita yang padahal baik, selalu memperlakukan kita seperti anak kecil.


Makan selalu disuruh padahal kalau sudah lapar juga nanti makan, tidur selalu saja diawasi kayak anak kecil yang baru jam 9 malam sudah suruh masuk kamar di kamar masih di awasi jangan ini jangan itu harus cepat tidur, bangun dibangunin kaya anak TK padahal kalau sudah jam 7 kan intinya sudah sampai ke sekolah, mau bangun jam 4, jam 5 atau pun jam 6 intinya sekolah jangan telat.


Mana ada coba sekolah jam 5 sudah buka. Ga bebas banget pokoknya, bosen, jenuh dari TK sampai SD, SD sampai SMP, SMP sampai SMA tidur kayak ga tenang padahal rumah sendiri. Padahal dari jaman dulu sampai sekarang Sekolah ya masuknya jam 7.

Orang tua hanya melaksanakan tanggung jawabnya terhadap kalian putra – putri anak keasayangannya. Kalian bisa banyangkan waktu TK, waktu SD, SMP atau pun yang sudah SMA. Di jamin 100% apa bila orang tua tak membangunkan pasti bangun lebih dari jam 6 bahkan jam 7,


Untuk kalian yang merasa marah sebab orang tua selalu ikut campur urusan kalian seakan – akan seperti menganggap kalian seperti anak kecil.

Kalian memang akan selalu dianggap anak kecil yang selalu membutuhkan peran, nasihat, dorongan dari orang tua.

Kalian baru berumur 14 tahun, 17 tahun, 19 tahun, bahkan yang sudah berumur 25 atau 30 tahun, juga orang tua akan selalu menggap kita itu anak kecil yang baru kemarin bisa berjalan, bisa berlari – lari, bisa berbicara. Kalian itu belum mengerti kehidupan yang sesungguhnya.

kalian akan mengerti dan memahami apa pun yang dilakukan orang tua apa bila kalian sudah menjadi orang tua juga.

Pada saat itu kalian akan mengerti betapa khawatirnya orang tua menunggu anak perawannya jam 9 malam belum pulang, anak laki – lakinya maen jam 11 malam belum pulang, betapa khawatirnya anak yang sakit karena telat makan, anaknya besok pagi tak bisa bangun tepat waktu sebab malamnya tidur terlalu larut malam. Baik anak laki – laki atau pun anak perempuan, orang tua akan selalu berusaha memberikan perhatian penuh, memberikan yang terbaik walau pun resiko anaknya akan membenci atas sikap yang dilakukannya.


Orang tua memahami kalian, kalian marah pun tak masalah yang penting kalian terjaga, yang penting kalian terselamatkan masa depannya, yang penting kalian bahagia kedepannya. Orang tua itu paham . . . tak mungkin kalian akan mengerti dan memahami apa yang dilakukan orang tua sebenarnya baik, Tapi orang tua sudah memahami kalian bahwa kalian akan mengerti dan memahami semua yang dilakukan orang tua sebenarnya baik nanti KETIKA KALIAN SUDAH MENJADI ORANG TUA

PENILAIAN YANG PALING TEPAT ADALAH MENILAI PADA SAAT POSISI KITA BERADA DI TEMPAT YANG DINILAI.

Kita akan tahu Seseorang itu seperti ini seperti itu, apa bila kita tepat berada diposisi orang tersebut. Bagai mana kita bisa tahu PIZZA itu enak kalau Cuma lihat orang memakannya tanpa kita memakannya secara langsung,


Bagaimana kita tahu orang itu baik atau buruk apa bila kita tak pernah berada di posisi yang sama dengan orang tersebut.


Kita yang masih muda, masih belia, masih darah muda, bergejolak dalam jiwa, masih labil yang tak dapat memahami perasaan orang tua. Kita terlalu egois, kita terlalu ingin benar sendiri, ingin menang sendiri, segala apa pun yang dilakukan merasa benar, merasa paling baik, merasa yang lain tak terlalu penting. Pokoknya apa pun yang orang lain lakukan yang bertentangan dengan kita, mereka semua menyebalkan, mereka semua salah, mereka semua tak tahu apa – apa. Apa lagi anak yang masih berumur belasan tahun, merasa kuat dalam berpendirian, keras kepala, kekeuh dengan apa yang dipegang.

Padahal apa bila mau duduk, bersender, santay, melihat kelangit, merenung dengan hati yang bersih, perasaan yang damai segala apa pun yang dilakukan orang tua merupakan sebuah kebenaran. Tindakan yang dilakukan orang tua merupakan sebagai wujud tanggung jawab, sebagai bentuk rasa kepedulian orang tua terhadap anaknya.


Bayangkan . . . . .  Apabila kita tidak pernah ditegur, yang kita lakukan jangan pernah beranggapan benar mutlak. Yang menurut kita baik belum tentu menurut orang lain baik, yang menurut kita benar belum tentu menurut orang lain benar, dengan segala tindakan orang tua kita yang berusaha membetulkan, memperbaiki supaya anak tercintanya tak mendapatkan cacian dari orang lain, maka orang tua berusaha mencegah buah hatinya supaya tak mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain dengan memarahi kita terlebih dahulu. 


Kalau kalian tahu perasaan orang tua itu seperti lapisan kulit ARI yang begitu sangat tipis, mereka akan bersedih tatkala melihat anaknya bersusah hati, mereka akan menangis dikala anaknya merasa kekurangan. Orang tua rela sakit dari pada anaknya yang menahan sakit, orang tua rela menahan rasa lapar yang begitu hebatnya dari pada melihat anaknya kelaparan. Orang tua lebih rela, lebih ikhlas melihat anaknya menangis karena dimarahi dan dinasehati sendiri dari pada menangis oleh orang lain.

Yakin dan Percayalah kalian akan memahami orang tua jika kalian sudah menjadi orang tua, gimana rasanya memiliki seorang anak, anak yang pulang sekolah telat, anak yang pulang bermain sampai larut malam, gmana rasanya anak bermain sampai lupa makan. Untuk saat ini kalian yang masih muda, kadang ada rasa marah, kecewa terhadap mereka ( orang tua ) hal tersebut wajar, sebab kita hanya manusia biasa yang kadang memiliki rasa ketidak puasan terhadap situasi yang dialami. Akan tetapi sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan, jauh disana banyak anak yang terlantar tidak seberuntung kalian. Sebenci dan semarah apa pun kalian terhadap orang tua, setidaknya kalian pernah merasakan apa yang namanya di gendong, dipeluk, dicium, diberikan kasih sayang walau sekejab. Tidak seperti mereka yang dari kecil tak mengenal sama sekali orang tuanya, hidup di panti asuhan, hidup menggelandang, hidup hanya berasal dari belas kasihan orang lain.

Jalani Hidup mu, karena itu adalah yang terbaik.

Posting Komentar

0 Komentar