Jangan Suka Berhutang, Ingat NERAKA lho . . .


Saat kita berada diatas, bisa dikatakan menjadi orang sukses ( umumnya sukses itu diukur dari banyaknya materi, uang atau barang berharga yang dimiliki ), walaupun itu tidak semua sukses itu dilihat dari Materi.

Sering tanpa kita sadari entah itu teman lama, yang dulu baik banget, sering nongkrong bareng, sering maen waktu kita belum sukses, intinya temen yang sudah dianggap kayak saudara. Tiba - tiba datang, tanpa ada tanda apa - apa maen ke rumah.

Biasa ow temen lama, ngobrol panjang kali lebar sama dengan luas persegi . . . he he he he

Intinya kalau sudah tahu kita sukses sering maen, sering datang sampai akhirnya datang dengan sebuah harapan yaitu MEMINJAM UANG, karena kita ada uang dan yang mau pinjam adalah teman baik maka kita meminjaminya.

Ingat bukannya tidak boleh meminjamkan uang kepada teman sendiri bahkan dia adalah teman yang baik. Tapi resiko dari meminjamkan uang dengan alasan kasihan, alasan kemanusian ( MELAS ) yaitu beresiko hubungan yang terjalin baik, dianggap saudara bisa hancur berantakan dikarenakan Meminjamkan UANG.

Kenapa bisa seperti itu ? ? ? ?
Ingat beberapa kalimat . . . . .

Dih, xo yang ditagih lebih galak dari pada yang nagih.

Waktu mau pinjem ngemis - ngemis, Giliran ditagih yang punya duit kaya ngemis - ngemis.

Waktu mau pinjam mukanya memelas, giliran ditagih yang punya duit harus  memelas.

Banyak deh . . .  kalimat yang menggambarkan situasi meminjam dan menagih. . . lucu memang bagi banyakan yang belum pernah mengalami gimana ceritanya gara - gara uang pinjaman teman bisa jadi musuh.

Banyak juga kata - kata orang bijak yang terlanjur sakit hati nagih tak dapat uangnya kembali, malah darah tinggi yang diperoleh . . he he he he he he

Karena saking banyaknya uang,

Biarlah dia tidak mengembalikan, saya ikhlas ( walaupun sebenere tidak ikhlas ) anggap saja sodaqoh.

Biarlah orang tersebut tak bayar utangnya yang penting saya sekeluarga sehat.

Dan masih banyak lagi situasi yang dapat menggambarkan kepasrahan menagih yang tak kunjung di bayar.

Siapa pun kalian baik yang memberi pinjaman, atau yang meminjam uang teman. . . perlu diingat tidak ada kata TEMAN atau SAUDARA kalau yang berurusan dengan yang namanya UANG, jangan sampai meminjamkan uang atas dasar teman baik atau pun saudara.

UANG itu tak kenal TEMAN atau SAUDARA, banyak teman jadi musuh, saudara hancur karena saling percaya meminjamkan uang begitu saja.

Misal mau memberi pinjaman ikhlaskan saja  apa bila tak dibayar ( kalau ikhlas niat menolong jangan pernah ditagih, kalau ditagih berarti tidak ikhlas, yang ada darah tinggi )

Jangan pernah memberi pinjaman yang sekiranya temennya tak akan mampu membayar, berapapun yang di pinjam teman usahakan seminimal mungkin yang apa bila tak dikembalikan bisa ikhlas ( tak ikhlas dikarenakan kita berharap uang itu kembali, hutangnya dibayar ) tapi kalau memberi pinjamannya sedikit maka legwo, ikhlas.

Biarkan saja lah , pinjam paling segitu. Niat awalnya juga membantu bukan memberi pinjaman.

Kalau sudah seperti itu maka tak ada lagi perpecahan yang dikarenakan hutang piutang.

Kadang kita kan kasihan . . .

Dih . . . hutang paling 100 ribu, 500 ribu, 1 juta bahkan 10 juta dan seterusnya.

Kemungkinan matinya susah, haruse masuk Surga karena hutang 100 ribu ga jadi ( karena ketidak ikhlasan pemberi pinjaman ).

Karena itu sering kita dengar apa bila seseorang yang telah meninggal diharapkan apa bila masih terdapat hutang piutang secepatnya menghubungi ahli waris biar cepat diselesaikan ( iya kalau hutang seribu dua ribu. . . .  hutang belasan juta mana mau ahli waris membayarnya ) he he he he he

Jangan maen - maen memberi pinjaman, apa bila tak ingin hancur persahabatan dan saudara.

Jangan maen - maen dengan sering meminjam kesana kemari dan tak ada itikad baik membayarnya, di dunia saja hidup tak tenang apa lagi setelah meninggal.

Dapat dimengerti kan kalian yang mau memberi hutang atau mau berhutang, antar sesama teman atau saudara.

Jarang, sangat jarang sekali seseorang hidup tak memiliki hutang ( mungkin ada satu desa paling 5 orang ) bahkan mereka yang dianggap kaya sebenarnya memiliki hutang di bank yang nilainya jauh lebih tinggi.

Jangan suka berhutang ya . . . . .  NERAKA Lho.. . . .

Posting Komentar

4 Komentar

  1. luar biasa pak..mantaap nasihatnya...

    BalasHapus
  2. luar biasa pak..mantaap nasihatnya...

    BalasHapus
  3. luar biasa pak..mantaap nasihatnya...

    BalasHapus
  4. Makasih banyak pak.... Semoga tak bosan dengan tulisan saya 😂

    BalasHapus