Hanya Ingin Menyampaikan, Kalian sangat Beruntung


Halo gays gimana kabarnya? aku harap kalian baik baik saja, disini aku ingin berbagi pengalaman   mengenai kisah hidupku bersama  keluargaku.

Oya menurut kalian apa sich arti keluargaa yang sesungguhnya ?

mungkin banyak dari kalian yang beranggapan bahwa keluarga itu segalanyaa . . . .  Iya kan ?

Keluarga itu memang segalanya bagi mereka yang beruntung, akan tetapi berbeda buat ku untuk saat ini.

Keluarga itu tempat paling nyaman buat curhat, iya kan ? Andai kehidupan ku sama seperti kalian, hmmmm hmmmm, Pastinya menyenangkan.

Semuaa  orang terutama  anak pun ingin hidup bersama keluarga yang lengkap, pastinya begitu ? Saya juga berharap begitu . . . walau hanya bisa melihat, tak bisa merasakan.

Namun bayangkan gimana jadinyaa kalo kalian hidup bersama keluarga yang tidak utuh?

Sedih bukan?

Mungkin aku sedikit iri dengan  kalian yang hidup bahagia bersama keluarga yang utuh, mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh.


Jadi gini yaa . . . . aku ingin berbagi sedikit cerita tentang kisah kehidupan ku dan semoga bisa   menginspirasi kalian semua.

Singkat saja sich . . .  He he he he
Jadi di umur ku yang baru 17 tahun.
Awal ceritanya waktu mamah pisah sama bapak pas aku umur 4 tahunan, kemudian aku ikut dan diasuh mamah. Mamah kemudian menikah lagi dan kami hidup ber 3 karena pernikahan mamah dengan bapak tiri ku tidak mempunyai anak.

kehidupan kami awalnya baik - baik saja dan harmonis, bahkan kasih sayangnya melebihi kasih sayang papah kandungku sendiri, hidup kami pun berkecukupan .
Aku tidak pernah merasa  kekurangan apapun,   karena mama selalu mencukupi kebutuhanku, mulai dari uang jajan,  biaya sekolah, segala macam keperluan mamah yang nanggung sendiri.

Jangan heran kenapa  semuanya ditanggung mamah . . .  Emang bapak kandung kemana?  Jadi begini bapak kandungku ada beliau masih hidup hanya saja beliau mungkin sudah lupa dengan tugasnya menjadi seorang bapak yang harus menafkahi anaknya.

Walaupun jujur akupun tidak tau   hal apa yang membuat bapak kandung ku begitu, mungkin karena disana juga beliau mempunyai kehidupan baru dengan istri dan 2 orang anaknya sehingga beliau lalai terhadap tugas dan kewajiban seorang bapak kepada anaknya. ( yaitu saya )

Kehidupan ku dulu sangat harmonis dengan bapak tiri dan mama sehingga akupun  bodo amat dengan bapak kandung ku. Tapi semuanya berubah berjalannya wakyu lambat laun mulai berubah,  waktu aku kelas 9 mamah berangkat ke luar negeri untuk bekerja menjadi seorang TKW dan semenjak mama pergi aku tinggal bersama neneku. Kehidupan berubah drastis semenjak mama ngga ada dirumah,  kehidupan yang dulu berwarna  sekarang menjadi   suram bagiku, memang untuk masalah  keuangan aku tak pernah kekurangan namun kasih sayang  dari seorang keluargaa  mulai sirna semenjak kepergian mam. Bapa tiri yang sendiri dulu baik dan tak pernah kasar kepada ku sekarang berubah menjadi pemarah dan sering main tangan, dia sering berlaku kasar walau hanya masalah sepele.

Kehidupan ku sekarang terlalu bebas dibanding kehidupan yang dulu waktu ada mamah. Keluarga yang dulu tempat ernyaman sekarang berasa seperti neraka bagi, tertekan, depresi, perasaan sedih hal itu sering aku rasakan. Kehidupan yang dulu indah sekarang berubah menjadi bencana.

Namun harus bagaimana lagi?

menyesal pun  tiada arti bagaimanapun  juga kehidupan ini akan terus berjalan dan mau tidak mau kita harus  menjalaninya dengan iklas.

Untuk kalian yang masih mempunyai keluarga utuh tolong hargai mereka, luangkan waktu kalian untuk berkumpul bersama keluarga, karna mungkin bagi kalian itu  adalah hal sepele akan tetapi bagi kami  berkumpul bersama keluarga yang utuh hanyalah impian terbesar yang mungkin sukar untuk terwujud.

Untuk kalian yang hidup dalam keluarga yang ekonominya pas - pasan tolong  jangan pernah iri atau menyesal  karenaa  jika kalian hidup berkecukupan pun tak ada gunanya jika tidak ada kasih sayang keluarga didalamnya, sebab bagai mana pun juga kasih sayang didalam keluarga lebih berharga dibanding yang lainnya.

Hidup kalian tak akan pernah berarti tanpa kasih sayang keluarga, ayuh peluk ayah dan ibu mu, sebelum terlambat seperti yang ku alami

Ini bukan Aib keluarga, atau hal tercela yang aku sampaikan . . ini hanya sebagai dorongan supaya yang membaca lebih memahami arti keluarga dan menghargai keberadaan orang tua ( khusunya yang masih memiliki orang tua utuh ), kalian sangat - sangat beruntung, masih bisa melihat senyum kedua orang tua, merasakan hangatnya kasih sayang, merasakan perhatian orang tua.

Posting Komentar

0 Komentar