Kalian hanya SOK TAHU... ( Sesi 1 )


Masa depan kadang tak seperti yang kita bayangkan.... Untuk anaknya seorang pegawai, ayah ibunya lulusan sarjana, akan tetapi siapa yang akan tahu kelak anaknya juga akan mengalami hal yang sama seperti orang tuanya. Walaupun tak ada orang tua yang berkeinginan atau mengharapkan anaknya memiliki pendidikan berada dibawahnya. Orang tua yang Sarjana ( D.4 / S.1 ), Magister ( S.2 ), doktor ( S.3 ), akan berusaha sekuat tenaga rela jual harta benda demi mewujudkan impian anaknya memiliki kualifikasi pendidikan diatasnya atau pun minimal sejajar ( orang tua Sarjana minimal anak - anaknya Sarjana, itu minimal ), apa bila orang tua yang berpendidikan tinggi namun anaknya memiliki pendidikan dibawahnya bisa dikatakan orang tua tersebut gagal dalam masalah pendidikan formal anaknya.

Tugas berat orang tua yang memiliki pendidikan tinggi, salah satunya seperti itu ( hanya salah satu... Masih ada ratusan bahkan ribuan tugas berat lainnya )

Jadi bisa dikatakan orang tua yang kerjanya buruh tani, kuli bangunan, tukang becak, tukang parkir, atau apa pun pekerjaannya, intinya orang tua yang masih berpendidikan dibawah SMA / SMK ( mungkin ) tidak memiliki beban moral harus menyekolahkan anaknya setinggi mungkin ( itu salah satu sebab orang tua yang berpendidikan rendah umumnya anaknya juga berpendidikan rendah,   kecuali orang tua yang paham arti pendidikan.

Jangan pernah beranggapan pendidikan tinggi itu hanya untuk anaknya orang kaya, anaknya pegawai, anaknya PNS / ASN, anaknya penggede, anaknya orang terpandang... Jangan salah mengartikan seperti itu.

Jangan kira anak - anak mereka juga akan mengikuti jejak orang tuanya ( walaupun kebanyaka IYA , tapi tidak semua )

Jangan kira semua yang kuliah S1 itu anaknya orang kaya ( walaupun kebanyakan IYA, tapi tidak semua )

Berpendidikan tinggi itu hanya untuk mereka yang mau ( INGAT untuk yang MAU dan MAU melaksakan , bukan hanya mau maunya saja tapi tak melaksanakan ) bukan hanya untuk mereka yang kaya, bukan hanya untuk yang memiliki orang tua pegawai saja.

Walaupun banyak yang tak percaya ( masuk kuliah itu biayanya berjuta - juta, belum lagi dalam proses perkuliahannya biayanya sampai puluhan juta, belum lgi biaya hidup di kota orang bisa dibayangkan habis berapa ) itu wajar sebab kalian tak pernah bergaul atau berteman dengan mereka - mereka yang bisa lulus Sarjana hanya seorang anak tukang becak ( tanpa memiliki harta benda, tapi anaknya berkeinginan sangat - sangat kuat untuk kuliah hingga jadi sarjana ).

Kalian terlalu NAIF ( Polos dalam hal negatif ), sekitar kalian banyak mereka yang bisa berpendidikan tinggi, para sarjana yang hanya bermodalkan kEINGINAN yang kuat, KEMAUAN yang dibarengi dengan usaha, USAHA yang tak pernah putus ASA demi mewujudkannya.

Jangan hanya mau, jangan hanya ingin, yang mau itu banyak hampir semua orang mau ( yang lulusan SMA / SMK ) mau kuliah,

Jangan hanya ingin ( lulusan SMA / SMK ) semua ingin kuliah,

Tapi mereka tak mau berkorban, mereka tak mau merelakan ( Waktu tenang fikiran ) banyakan  mereka hanya ingin enaknya saja.

Benar atau tidak kalian yang tahu,
Kalian tak bisa berkorban,
Kalian tak bisa menjalankan hidup seperti mereka - mereka yang anak tak mampu tapi memiliki keinginan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Kalian mengira semua yang dilakukan mereka yang anak tak mampu tapi bisa lanjut kuliah dan lulus, hidup dengan nyaman semasa kuliah ?
Hidup berkecukupan semasa kuliah ? Hidup selalu dengan jalan - jalan layaknya yang kalian lihat di sinetron, atau FTV. Kuliah mereka itu berat, berat secara finansial ( sudah pasti ), berat secara moral ( tentunya mereka tak bisa bersosialisasi layaknya seperti kebanyakan mahasiswa umumnya, walaupun tergantung orangnya juga )

Kalian tak memiliki semangat, kalian hanya punya keinginan, hanya punya kemauan... Tapi tak punya rasa ingin merealisasikan.

Posting Komentar

2 Komentar