Jodoh itu Cerminan Diri


Saat pulang kerja badan cape, fikiran pusing memikirkan pekerjaan yang tak ada habisnya, pulang kerumah disambut anaknya penuh dengan tawa, kegirangan melihat ayahnya pulang maka dengan sekejap rasa cape, rasa pusing itu akan hilang dengan sendirinya melihat tangan anaknya yang menyambut, wajah polosnya yang mengajak bermain saat pulang kerja. . .  Masyaallah . . .

Sering kita dengar ( cerita ) seorang yang telah memiliki anak, pulang dengan kusut, pekerjaan yang belum beres, tenaga terkuras, fikiran tak karuan pulang kerumah melihat anaknya tertidur dengan pulas, raut wajah polos tidurnya yang lucu, tingkah pola badan yang lucu saat tidur, hilang semua beban pekerjaan yang tadinya terbawa ikut pulang kerumah, rasa ingin mengendong, membangunkannya, mengajak bermain.

Bisa dibayangkan,

Hanya dengan melihat anaknya sedang tertidur saja semua hilang apa lagi pulang kerja disambut anaknya dengan celotehanya yang lucu, tingkah laku yang mengemaskan, tertawa yang membahagiakan, senyum anak kecil yang polos menyejuk kan,

Mungkin yang belum merasakan hanya bisa bergumam dalam hati.....
Tidak mungkin banget ?
Masa iya seperti itu ?
Bohong itu mah ?
Cape pikiran ya hilang dengan piknik ?
Cape tenaga ya hilang dengan istirahat ?
Masa hanya dengan melihat anaknya saja hilang...

Sama seperti itu pikiran penulis saat belum mengalaminya sendiri begitu juga kalian yang masih sendiri, masih belum siap menikah, masih belum siap membina rumah tangga sampai akhirnya memiliki seorang anak.

Hidup sendirian aja pas malah tombok, apa lagi sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak.

Niatkan Bekerja itu ibadah karena ALLAH S.W.T
Niatkan Bekerja itu untuk menghidupi keluarga yang dirumah,
Niatkan Bekerja itu untuk anak istri, jangan hanya untuk BOS,

Kerja itu mengharap Rahmat, berkah insyallah menjadi keluarga yang bahagia.


Nih kalian nih........
Kerja juga niat ga niat, kerja juga hanya mementingkan diri sendiri, kerja juga hanya mengharapkan harta dan Tahta... Ya mana mungkin merasakan kehangatan keluarga.

Jangan berharap,

 " ingat saat masih sendiri jalan rejeki ya hanya buat sendiri, saat sudah berumah tangga maka rejeki nambah dari jalur istri, saat memiliki momongan maka jalur rejekinya nambah dari buah hati "

Jodoh itu adalah cerminan diri, apa bila kalian baik insyaallah dapat baik juga, akan tetapi apa bila kalian buruk maka akan mendapatkan yang buruk pula,



Pasti belum percaya juga ?

Kalian yang tak yakin dan tak percaya...

Yang Perempuan pacaran saja, sama yang tak baik ( laki - laki penjudi, laki - laki pemabuk berat, sekolah aja ga bener yang bener aja belum tentu baik, egois, psikopat, cemburuan ) eh . .
 . .  tetep dinikahi ya hancur hidup kalian,

Yang laki - laki sudah tahu pacarmu buruk perilakunya ( Matre, tak paham agama, banyak mantan pacarnya, ketemuan di jalan, sering bohongi orang tua, sekolah ga bener, wanita perokok, pemabuk ) eh . . . . .  dinikahi ya hancur hidup kalian.

INGAT SEKALI LAGI jodoh itu cerminan diri, pengen mendaptkan yang baik, perbaiki dulu kaliannya, baik dapat baik ( insyallah ), buruk dapat buruk ( insyallah ).

Masih ngeyel juga . . . .

Lah tetangga ada yang baik dapat buruk, yang buruk dapat baik . .

Itu berbeda.

Yang baik dapat buruk, kemungkinan waktu pacaran sudah dikasih tahu sama keluarganya jangan sampai nikah sama dia, eh . . dia itu tidak baik . . bandel ya itu akibatnya.

Yang buruk dapat baik, kemungkinan waktu pacaran terjerumus hal - hal negatif misal apa bila sampai menikah dengan wanita yang hamil ( tidak perawan lagi ) keduluan, kecelakaan, kesehatan atau apa lah, ehh . . . dinikahi  juga  ga usah berharap hal yang baik, cara mendapatnya juga tidak baik.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula

    BalasHapus
  2. Tentu.... Siapa pun yang baik berhak mendapatkan yang baik

    BalasHapus