Hayu . . . Jangan Sok Tahu ( Sesi 2 )


Saat melihat mereka ( anak kecil ) merengek, meminta sesuatu pada orang tuanya kadang rasa ingin kembali ke masa - masa itu.

Ada sesuatu tinggal bilang sama orang tua, butuh sesuatu tinggal minta sama orang tua, tak diperbolehkan tinggal menangis kemudian dituruti, jika tak diperkenankan tinggal ngambek maka diperbolehkan, enaknya jadi anak kecil.

Tak ada beban dalam kehidupan, tahunya beres, ngertinya jadi, inginnya selalu dituruti, tak ada kata mengalah.

Kalian kebanyakan seperti itu kan ?? ( walau tak semua ).

Makan disuapin tanpa berfikir dari mana orang tua mendapatkan makanan tersebut.

Makanan tidak sesuai selera dimuntahkan tak pernah terfikirkan bagaimana perasaan orang tua melihat pola tingkah laku kita semasa kecil.

Setiap lebaran beli baju baru tanpa berfikir bagai mana orang tua bisa membelikan baju tersebut.

Bertamasya membeli banyak mainan, makanan, jajan tanpa berfikir orang tua mudah atau sulit memenuhi kebutuhan mu.

Intinya masa kecil itu merupakan masa yang enak ( walaupun yang sengsara juga tidak sedikit ).

Akan tetapi tidak seperti sekrang. . .

Yang hidup merantau jauh dari orang tua baru merasakan gimana susah payahnya mencari uang, mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Apa lagi mereka yang sudah beristri atau sudah bersuami dan memiliki anak, maka seperti itu lah kemungkinan orang tua melihat polah tingkah laku kita semasa kecil dulu.

Bagai mana caranya melengkapi kebutuhan anaknya tanpa harus mengeluh.

Bagaimana cara membuat anaknya selalu bahagia tanpa harus kita terlihat sedih.

Bagaimana melihat anaknya tumbuh sehat tanpa kita memperhatikan kesehatan sendiri.
" Pokoknya anak itu tujuan hidupnya "

Kalian yang semasa kecil hanya tahu senang pada saat terpenuhi
keinginanannya, menangis hanya karena sakit fisik ( jatuh, tergores, terluka ), pagi siang malam makan dengan teratur, tidur siang malah disuruh, makan juga malah disuruh.

Coba apa bila menjadi orang tua... Selalu berfikir, berusaha, memutar otak bagai mana caranya, caranya memenuhi itu semua, banting tulang, peras keringat, kepala buat kaki, hilang rasa malu saat bekerja apa pun demi membahagiakan buah hati, buah hati selalu tertawa, buah hati selalu sehat, buah hati tak lekurangan ( walupun kurang mah tetap, cuma seengganya kurangnya sedikit )

Duh . . . .  Jadi seperti ingin kembali ke masa itu ( masa dimana kita belum terbebani oleh tagihan listrik, harga beras, biaya hidup dll ) pokoknya wajah polosnya mengingatkan kita betapa kita juga sama seperti mereka, yang kadang lucu, gemesin, buat orang sekeliling ketawa dengan tingkah polos dan konyol anak kecil. Suatu saat kalian yang masih sendiri, masih belum ada keniatan berumah tangga, pasti akan merasakan indahnya kehidupan anak balita ( polos ).

Nikmati saja masa kalian yang masih sendiri.
Masih menjalin hubungan.
Masih was - was dengan masa depan.
Masih ragu akan kehidupan kedepan.

"" Yang indah itu bukan yang hanya dilihat, tapi dimiliki ""

"" Yang hebat itu bukan hanya melihat tapi merasakan ""

""Kehidupan mu, hebat dengan dijalani ""

Posting Komentar

0 Komentar