Harta Tahta kejayaan buat apa dibanggakan


Kenapa harus jadi orang lain ?
Kenapa berubahnya setelah mendapatkan tekanan ?
Kenapa berubahnya setelah mendapatkan kejayaan ?
Kenapa berubahnya setelah mendapatkan kekayaan ?
Kenapa berubahnya setelah mendapatkan kedudukan ?

Kamu itu tetap istimewa dihadapan orang lain, walau tanpa kejayaan, tanpa kekayaan dan tanpa kedudukan. Jadilah seperti biasa, biasanya kamu seperti apa,

kejayaan, kekayaan dan kedudukan hanya sementara . . . .  ingat itu semua hanya sementara, tapi persahabatan kita untuk selamanya,
Jangan sampai kita terpecah oleh hartamu yang baru kau dapat,
Jangan sampai kita terpisah oleh kedudukan yang baru seumur jagung kau peroleh.

Memang sulit mendapatkan amanat yang besar berupa harta dan tahta, akan tetapi lebih sulit lagi saat mendapatkan itu semua tanpa merubah jati diri. Tatkala harta dan tahta tersebut hilang, lepas dari genggaman maka akan kah orang - orang yang dulu menghormati dan menyanjung mu akan sama ?

Apakah mereka akan menganggap dirimu layak untuk di kagumi ?

Pernahkah kau berfikir, kehilangan orang terdekat ( sahabat semasa susah, sederajat, tak ada level yang memisahkan  ) lebih berat.

Jika belum mampu mengemban amanat yang bisa merubah kepribadian bahkan jati diri mu, lepaskan saja, resiko yang ditanggung tak sebanding dengan bayaran yang diterima, boleh lah berbangga mendapat income, Pendapatan, GAJI berlipat - lipat banyaknya dari yang dulu,

Apakah kau bahagia ?
Apakah kau merasa nyaman ?
Apakah kau merasa aman ?

Walau posisiku belum pernah berada diposisi mu sekarang, akan tetapi sering ku lihat perubahan yang terjadi pada mereka yang tak mampu tapi dipaksakan menjalankan amanat yang mestinya mereka tolak karena ketidak mampuan,

Pada saatnya hal ( harta dan tahta ) tersebut lenyap, akan stres, akan merasa sayang buat dilepas, berbuat senekat apa pun untuk mempertahankannya.

Bagiku kamu sudah kaya, bagiku kamu sudah istimewa, kamu sudah ku hormati layaknya saudara.

Jika dengan kedudukan membuatmu berubah, maka tinggal menunggu hancurnya, tinggal menunggu endingnya, Saat semua lepas meninggalkan kamu . . .  yakin kah dirimu akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti saat sebelum mendapatkan tahta, harta dan kejayaan??

Istimewamu tak perlu kau perlihatkan sedang duduk di SINGGAHSANA,

Berada duduk tepat disebelah ku saja kau sudah istimewa dengan semua kepolosan ketidak tahuan yang membuat kita semakin erat.

Dengan segenap rasa, hati yang paling dalam, jadilah diri mu sendiri, jadilah seperti biji kopi yang larut dalam ( Panasnya air )  keadaan yang mengikuti mu,

Jangan seperti telur yang padat saat dipanaskan ( dalam keadaan tekanan tinggi  yaitu panas ) akan berubah mengeras yang tadinya lemah lembut apa bila terjatuh langsung rusak,

Jangan pula seperti besi yang memiliki pendirian kuat setelah terkena panas meleleh dan tak berdaya, jangan kalah dengan keadaan, ubah keadaan tersebut , tetap pada pendirian, visi dan misi yang jelas tak goyahkan TEKAD....

Tak perlu baju lapis emas untuk mendapat pengakuan, tak perlu berkilauan perhiasan untuk mendapat sanjungan, tak perlu duduk di singgahsana untuk mendapat penghormatan dan pengakuan.

Kebaikan mu, senyum ramah ikhlas mu, tindakan halus yang ikhlas menjadi ciri khas yang tak dimiliki orang lain.

Lepas jabatan itu jika hanya mengganggu, tinggalkan jabatan tersebut jika kelak menghancurkan mu, jadi lah apa adanya, semasa susah, mlarat dan tak punya apa - apa, jangan tergoyahkan oleh harta, tahta dan kejayaan  karena itu hanya sementara.

I MISS YOU . . . .  MY BEST FRIEND FOREVER . . . .

Posting Komentar

0 Komentar