Sebenarnya Yang Mereka Cari dan Dapatkan . . . . Mereka Yang Tahu


Manusia . . . . . . orang . . . berapa pun rejeki yang didapat, berapa pun materi yang dimiliki, berapa pun uang yang diperoleh tak kan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhannya, yang berpenghasilan kecil, sedang, banyak dan banyak sekali mereka tak kan pernah cukup.
Jangan pernah menganggap penghasilan kita sebulan . . .  yang
1 juta cukup ?
2 juta cukup ?
3 juta cukup ?
Bahkan yang berpenghasilan 5 juta saja, sampai 10 juta tak ada cukupnya.

Kita tak perlu mempersoalkan nilai, banyaknya, nominalnya . . . yang jadi masalah adalah diri kita sendiri, kita sendiri yang merasa kurang, kita sendiri yang merasa selalu ingin nambah, nambah dan nambah lagi.

Bekerja dengan ikhlas memang sangat - sangat sulit tanpa diimbangi dengan bayaran yang cukup atau memadahi . . . tapi apa bila orientasi, pandangan kita hanya terpaku atau berpatok dengan yang namanya banyaknya bayaran yang kita terima, penghasilan yang kita peroleh dari pekerjaan yang dilakukan. . .
Itulah yang menyebabkan kita selalu kurang, kurang dan kurang dengan penghasilan yang diperoleh selama ini.

Karena ketidak ikhlasan dalam bekerja, padahal yang namanya rejeki itu bukan hanya materi, bukan hanya uang, bukan hanya banyaknya bayaran yang kita terima selama bekerja,

Anak yang shaleh dan shalehah, tertawanya anak istri, bahagianya kedua orang tua, sehatnya orang - orang yang kita sayang, kebaikan orang disekeliling kita, selamatnya kita dalam beraktifitas, masih banyak , banyak sekali bentuk atau rupa dari rejeki yang kita peroleh setiap detiknya. Bahkan seberapa pun kita menghitung bentuk rejeki tak akan bisa dihitung sampai akhir hanyak ( kamu membaca tulisan ini merupakan bentuk dari rejeki ).

Buanglah jauh - jauh anggapan yang berpatokan rejeki hanya berupa uang atau penghasilan yang kita peroleh selama ini. Banyaknya gaji, banyaknya bayaran atau materi, anggap saja gaji, bayaran, penghasilan kita kerja yang berupa uang sebagai bonus dari kebaikan atau keikhlasan kita melakukan sebuah pekerjaan. Rejeki yang sesungguhnya adalah ketenangan hati dalam melakukan ibadah, ketenangan hati dalam melakukan pekerjaan ( bekerja juga salah satu ibadah yang wajib dilakukan ).

Mereka yang selalu beranggapan bayaran adalah segalanya,
Melakukan sesuatu harus ada bayarannya, Tanpa bayaran berarti tanpa pekerjaan, Bekerja berarti harus ada bayaran,
Bayaran tak harus banyak yang penting setelah bekerja ada apresiasi atau bayaran. Apa lagi yang tak bekerja atau hanya diam meminta bayaran....
Ini lah orang - orang yang akan Selalu, selalu dan selalu dalam kekurangan, tak akan pernah puas, tak akan pernah cukup dalam hidupnya... Ibarat orang naik kendaraan sudah dikasih sepeda, minta motor, dikasih motor minta mobil, dikasih mobil minta yang lebih lagi, lagi dan lagi.

Bayaran adalah hak kita, setelah melakukan kewajiban tentunya.... ( jangan sampai belum juga melakukan kewajiban malaha minta bayaran ) akan tetapi sudah dikatakan anggap saja bayaran adalah bonus, bukan inti dari setiap pekerjaan yang kita lakukan,

Yang namanya bonus berarti bukan sesuatu yang dicari, bukan sesuatu yang dijadikan inti, bukan sesuatu yang menjadikan kita melakukan pekerjaan itu.

Ikhlaslah, senanglah dengan pekerjaannya, dengan apa yang sedang dilakukannya maka hasil itu mengikuti.
BAHAGIA ITU BUKAN KARENA UANG, walau pun tak punya uang juga tak akan bahagia, akan tetapi yang punya banyak uang juga belum tentu bahagia.
BAHAGIA KARENA IKHLAS, IKHLAS MELALUKAN APA PUN, Yang maha kuasa tak Tidur, Allah itu Maha melihat, rejeki sudah ada yang menjamin, besar kecilnya, cukup tidak cukupnya tergantung kita sebagai manusianya, Allah itu memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

( Walaupun secara pribadi saya sendiri belum bisa mengamalkan ikhlas, setidaknya saya selalu belajar, belajar dan selalu belajar melakukan sebuah pekerjaan dengan ikhlas ) dan namanya bayaran atau gaji adalah bonus.

ceritapatoh.com menjadikan hidup lebih bermakna.

Posting Komentar

2 Komentar