Jujur Saja Mereka Membutuh Kita


Kepedulian harus dimiliki oleh para guru. Kita harus bantu dan dampingi siswa untuk bisa mendapatkan pendidikan tanpa masalah. Seringlah kita dengar siswa membolos, siswa tak naik kelas, siswa jarang berangkat, siswa belum bisa membaca, siswa tawuran, siswi hamil duluan, siswa keluar sekolah...

Semua itu fenomena yang terdapat dalam dunia pendidikan khususnya menyangkut peserta didik. Tak ada yang sempurna memang, tapi hal tersebut jangan dijadikan alasan sebagai hal yang membuat kita malah hanya berpangku tangan. Andai semua guru memahami kewajibanya bukan hanya mengajar, menyampaikan ilmu, membuat para siswanya pintar, para siswanya  berprestasi.

Seorang guru sebenarnya juga harus bisa memahami karakter dari setiap peserta didik, bagaimana mereka berperilaku, apa saja penyebab kenapa siswa tersebut pintar, bodoh, kurang memahami, kurang memiliki semangat dalam belajar, malas berangkat sekolah, senang mata pelajaran ini, itu, senang olah raga ini, itu, walaupun mereka bukan anak kandung secara biologis, hanya peserta didik, hanya siswanya saja didalam kelas... Harusnya seorang guru lebih dekat dengan siswanya, orang tuanya, lingkungan sekitar siswa tersebut, Walaupun berat memang harus memahami itu semua.

Ya . . . itulah kewajiban guru yang tak tertulis dalam peraturan. Andai guru semua bisa seperti itu semua, setidaknya terhadap semua siswa yang terindikasi sudah mengarah kepenyimpangan yang menuju ke siswa malas bersekolah. 1 kelas yang terdiri dari 36 siswa, andai ada 5 siswa yang bermasalah. Dan wali kelasnya peduli, sangat sangat sangat peduli dengan kondisi ke-5 siswa tersebut, berkoordinasi dengan guru BK, kepala sekolah, sampai DINAS PENDIDIKAN setempat. Insyallah yang namanya siswa sampai putus sekolah mungkin akan jarang terjadi.

Dekati mereka yang bermasalah, sebelum menjadi masalah yang besar, tanya baik - baik, datangi keluarganya, ajak berdiskusi, guru BK ikut dilibatkan bila perlu ajak kepala sekolah juga terjun dalam lapangan, sampai disitu tak mmendapatkan titik temu solusi, kabarkan ke DINAS PENDIDIKAN. Wali kelas adalah ujung tombak mengetahui permasalahan para siswanya, tanpa adanya kepedulian wali kelas, siswa pun enggan untuk menceritakan masalah atauapun hanya sekedar memberi informasi.

Yakinlah, percayalah mereka , para siswa kita mengharapkan respon cepat wali kelasnya. Alasan 3 hari tak masuk Alfa, wali kelas sudah harus tahu alasannya dengan berkunjung ke rumah siswa tersebut, maka yang dirasakan adalah betapa siswa tersebut diperhatikan. Memang mereka bukan anak kita, bukan adik kita, bukan saudara kita, ataupun tetangga dekat kita, tapi bayangkan apa bila hal tersebut terjadi pada anak kita. Anak kita tak pernah masuk sekolah dan pihak sekolah lama merespon dengan mendatangi rumah kita setelah sebulan tak masuk sekolah.

Miris, sungguh miris... Saat yang diharapkan tapi ternyata tak seperti yang diharapkan. Para siswa kita adalah Aset, aset yang sangat berharga.Mereka yang masih memiliki masa depan yang masih panjang, kehidupan yang menunggunya sangat berat. Berilah bekal berupa pemahaman karakter yang memadahi, mana yang baik, mana yang tak baik, mana yang mesti dipilih, mana yang mesti ditinggalkan, sayangi mereka layaknya kita menyayangi anak sendiri, dari mereka suatu hari nanti kita mendapat kebahagiaan. Saat mereka sukses kelak, walau hanya dari kejauhan kita merasa bangga.

Wah . . . . . dia, mereka sudah menjadi orang hebat . . . tak sia - sia dulu saya mengajarnya. Ada rasa kebanggaan tersendiri. Jangan abai, jangan apatis, jangan cuek pada mereka yang bermasalah, yang baik atau yang bermaslah, yang bodoh atau yang pintar, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengarungi masa depan yang jauh disana, beri mereka bekal, beri mereka motivasi.

Menjadi guru memang berat, yang enak mereka yang tak memiliki kepedulian, Menjadi guru menyenangkan bagi mereka yang menikmatinya.... Siswa adalah ladang kebaikan. Ini hanya pandangan pribadi jadi semua orang memiliki pendapat dan persepsi berbeda, tak harus sama, tak harus satu suara saling memahami selagi itu adalah kebaikan yang tak menyimpang...

Posting Komentar

2 Komentar