Hanya Kata, Diam yang Dapat Menghentikan


Dari Diam saya banyak belajar, dari diam saya banyak tahu. Diam itu emas bagi mereka yang terlalu banyak bicara yang tak bermakna. Diam ku menjadikan ku lebih dewasa, memperbanyak mendengar dari pada berbicara, memperbanyak memahami dari pada ingin dimengerti. Dengan diam kita bisa belajar banyak hal, memahami situasi, lebih berfikir jernih.

Tak sedikit yang tersakiti, teraniaya, terdzolimi karena hanya sebuah rangkaian kata, kata yang mungkin sepele. Dengarkan mereka berpendapat, diam saat ada yang sedang berbicara, adakalanya diam bisa menyelamatkan hidup mu. Kita tak pernah mengira ada seorang yang tersakiti karena ucapan kita, Tajamnya pedang mungkin dapat melukai seseorang secara fisik sehingga menyebabkan luka, akan tetapi lama kelamaan luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan akan sembuh lebih cepat apa bila cepat diobati, dan tajamnya Lisan ( Omongan ), sakit yang disebabkan bisa dibawa sampai mati dan mampu juga menular terhadap orang lain. Memang luka tersebut tak menyebabkan keluarnya darah, tergoresnya bagian tubuh secara fisik, akan tetapi sakitnya yang disebabkan lisan adalah sakit hati yang sangat sulit untuk disembuhkan. Maka berhati – hati lah dengan lisan atau ucapan.

Mulut mu adalah Harimau mu . . . . . . itu merupakan ungkapan yang sangat dalam maknanya, banyaknya kata atau ucapan yang tak penting keluar dari mulut mu bisa mengakibatkan, ketidak nyamanan atau ketidak senangan dengan orang yang mendengar. Memang itu adalah Hak anda berbicara, mengeluarkan kata – kata, akan tetapi mengertilah Hak orang lain dalam hal Hak mendengar yaitu mendengar kata atau ucapan yang baik yang bermanfaat, semua orang punya mulut itu benar, akan tetapi semua orang juga punya telinga. Pahami itu, Jika berbicara adalah hak anda, mendengarkan juga adalah hak orang lain. Jika ingin berbicara banyak entah kata yang keluar adalah kata yang bermakna atau tidak, kata yang keluar kotor atau tidak, berbicaralah didepan cermin. Pantas tidak anda berbicara banyak panjang lebar tak memiliki makna, Jika anda sendiri yang melihat dalam cermin merasa perkataan anda tidak pas, tidak pantas untuk dikeluarkan. Bayangkan apa bila perkataan tersebut didengar orang lain, Malu harusnya.

Jangan memberi Ceramah kalau tak ingin diceramahi, jangan berkomentar apa bila kamu sendiri juga tak ingin di komentari. Kebanyakan diam memang tidak baik, tapi terlalu banyak berbicara lebih lebih tak baik. Berbicara yang baik saja pasti ada saja yang tak senang apa lagi berbicara tak baik, sedikit bicara saja kadang ada saja yang mencela apa lagi banya bicara. Makan jangan terlalu kenyang dalam makan, minum juga jangan terlalu banyak, istirahat apa lagi jangan terlalu lama, Berbicara juga sama jangan terlalu berlebih, yang penting saja, hemat kata, berkata apa bila memang ada yang perlu disampaikan, bijak lah menggunakan lisan mu, bijaklah dalam mempergunakan kosa kata mu, Hancurnya Sebuah hubungan bisa hanya dari beberapa kata yang keluar dari Lisan yang menurut kita hal sepele.

Jika Kata - Kata mu baik . . .  Sampaikan
Jika Kata - Kata mu buruk . . . . Simpan
Jika Kata - Kata mu menyakitkan  . . .  Sembuhkan
Jika Kata - Kata mu merusak . . . . Senyapkan

Lidah memang Tak bertulang, Akan tetapi sakit yang disebabkan membekas sampai bertahun - tahun lamanya, bahkan sampai Mati

Posting Komentar

0 Komentar