Belajarlah Dari Kegagalan, Karena Kegagalan Bukanlah Musuh Bagi Kita


Memang bukan jalan yang mudah. Tetapi, ketika kita ingin keluar dari kemiskinan dan kelaparan, kita memang harus melakukan keajaiban agar bisa bertahan hidup, dan ketika kita melihat peluang, maka jangan ragu ambilah.

Karena di dunia ini tidak ada yang mudah, begitu juga tidak ada yang tidak mungkin. Asalkan kita mau, dan jangan pernah berfikir bisa atau tidak, jangan pula berfikir mampu atau tidak, maka semuanya akan mungkin terjadi. Jalani saja apa yang kita inginkan, jangan pernah takut untuk gagal, karena kegagalan adalah hasil yang sudah yang pasti. Tapi dari situ kita bisa belajar, hal apa saja yang harus diperbaiki, hal apa saja yang kurang, dan hal apa saja yang mesti menjadi perhatian lebih untuk menjadi lebih baik lagi.

Dari kegagalan kita bisa , dari ketidak sempurnaan kita memperoleh hal baru. Percayalah, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, modal materi yang sudah dikeluarkan banyak akan tetapi hasil yang diperoleh jauh dari harapan, itu adalah hal yang wajar. Hidup ini takan menyenangkan apa bila sekali coba hal baru langsung berhasil, mencoba hal baru lagi berhasil, mencoba hal baru kembali langsung berhasil, mencoba - mencoba hal yang baru terus menerus dan hasilnya selalu berhasil maka tak ada yang dapat kita pelajari, orang yang melihat memang memandang kita hebat, jenius, berbakat, cerdas pokoknya mereka selalu berdecak kagum dengan setiap keberhasilan yang diperoleh kita.

Akan tetapi bukan hanya itu yang kita cari, kita butuh rasa puas dan rasa puas tersebut didapat saat kita mencoba gagal, gagal, gagal, gagal sampai ratusan kali tanpa menyerah. Berbeda kepuasannya dengan seorang yang baru sekali dua kali gagal kemudian berhasil, apa lagi dalam melakukan percobaan selalu berhasil tanpa adanya kegagalan diawal.

Sama halnya kita makan, enaknya ayam bakar, ayam goreng, sate kambing, gulai daging dan makanan enak lainnya, apa bila kita tak sering bahkan sangat jarang memakan makanan tersebut, makan sate kambing hanya setahun sekali ( hanya saat lebaran Qur'ban ), maka makanan tersebut sangat, sangat, sangat nikmat tiada tara, sangat enak menggugah selera. Akan tetapi menurut mereka yang sering apa lagi tak pernah jeda memakan makanan tersebut maka yang dirasakan adalah hal yang biasa saja.

Itulah kepuasan, hal yang tak selalu dapat orang merasakan , ketenaran yang didapat, pangkat yang tinggi, prestasi yang melejit, uang yang melimpah, gaji yang tinggi, usaha yang berhasil, kehidupan yang mewah... Apa bila didapat dengan begitu mudahnya tak mengorbankan yang berharga menurut kita, maka hal yang didapat tersebut tak pernah berarti, ketenaran hanya karena kita anak orang terkenal, pangkat yang didapat karena kita dekat dengan atasan, prestasi yang didapat dengan curang, uang yang diperoleh dengan cara tak baik, kehidupan mewah hasil dari Warisan.

Apa sih nikmatnya itu semua? Nol..
Apa sih bangganya ? Tak ada ..
Apa sih yang enaknya ? Nihil..
Apa sih Puasnya ? ZONK..

kepuasan itu diperoleh karena ada faktor PROSES untuk mendapatkannya. Bangga itu didapat karena hasil yang didapat dari proses yang benar.

Posting Komentar

0 Komentar