Orang Bodoh Adalah Orang Yang Terlalu Banyak Berfikir Tanpa Ada Tindakan


Tak apa sekarang tak dihiraukan, tak apa sekarang hanya jadi bahan lucu - lucu an. Semua itu butuh proses, mereka menertawakan, mereka menghina, mereka mengejek, biarkan saja. Kenapa harus dibawa perasaan, kenapa harus menghiraukan omongan mereka. Buktikan saja suatu saat kita bisa menyakinkan pandangan miring mereka terhadap kita, suatu saat kita pasti bisa memutar balikan fakta pada saat ini.

Tak ada yang instan dalam keberhasilan, mereka hanya melihat hasil tak mau tahu tentang cara melihat proses. Pada saat kita sukses baru mereka mencari tahu bagai mana prosesnya, setelah tahu prosesnya baru mereka memahami sekeras apa mental kita, sekuat apa prinsip kita, sehebat apa perjuangan kita.

Sekarang abaikan mereka, tinggalkan saja mereka, bila perlu lupakan mereka yang selalu menghalangi jalan sukses mu. Setiap orang memiliki kesempatan, tanpa terkecuali, mau mereka berasal dari keluarga miskin, keluarga broken home, anak yatim, anak piatu, anak yatim piatu, dari keluarga kaya, keluarga mampu, maupun dari keluarga harmonis. Siapa pun mereka, saya, kamu, kalian, kita, dia, semua memiliki KESEMPATAN yang SAMA. Kita memiliki modal yang sama saat lahir di dunia ini, kita semua telanjang saat terlahir, mau anaknya artis, anaknya petani, anaknya pedagang, anaknya tukang becak, bahkan anaknya seorang pejabat sekalipun anaknya waktu baru keluar dari rahim ibunya memiliki modal yang sama.

Tak ada anaknya orang terkaya di dunia sekalipun yang waktu terlahir sudah membawa uang banyak, anaknya seorang profesor paling jenius di dunia terlahir langsung pintar, bisa membaca, bisa berhitung . . . TIDAK . . TENTU TIDAK . . mereka sama seperti kita yang waktu terlahir di dunia tak membawa apa - apa, tak punya apa - apa dan tak bisa apa - apa.

Pendidikan hanya Label, mau S1, S2, S3, Profesor, Doktor, apa pun titelnya. Yang lulusan SD juga banyak yang sukses jadi orang kaya, lulusan SMP juga banyak jadi orang terhormat, S1 , S2 juga banyak yang nganggur. Jangan selalu terpaku dengan hal yang sifatnya faktor dari luar.

Tunjukan cuma lulusan SMA bisa membuat lapangan pekerjaan, lulusan SD atau SMP bisa menjadi orang bersahaja, bisa menjadi tokoh masyarakat yang mengayomi lingkungannya. Jangan kalah dengan mereka yang hanya besar omongnya doang, besar kepala, tapi minim tindakan. Hanya orang bodoh yang melakukan tindakan tanpa berfikir terlebih dahulu, akan tetapi hanya orang DUNGU saja yang banyak berfikir, berfikir dan berfikir terus menerus tanpa tindakan sama sekali. Itu adalah orang yang lebih - lebih bodoh lagi dari mereka yang terbodoh.

Berfikir langsung eksekusi, berencana langsung jalankan, jangan sok pintar hanya berfikir disuruh bertindak berfikir lagi, untung ruginya, disuruh jalankan berfikir kembali, disuruh eksekusi berfikir, berfikir, berfikir dan berfikir. . . maka tak akan bisa berkembang.

Jangan terlalu banyak berfikir, bertindak . . . kesempatan kita sama dengan yang lain, jangan pernah ragu, jangan pernah bimbang, mereka bisa, kenapa kita tidak???

Kalau mereka saja mampu, kenapa kita tidak???

Posting Komentar

0 Komentar