Teater of Deva


Deva adalah kaka kelasku di sekolah. Dia orang yang unik, kocak dan penurut. Selain itu dia juga anak yang nakal, suka bolos sekolah, yah.... layaknya anak - anak nakal lainya. Menurut pengakuanya, kenakalan hanyalah sebuah pergaulan untuk mencoba beradaptasi dengan teman sebayanya karena kalau tidak dia akan di asingkan, dijahili bahkan sampai dibuli.

Pada saat itu dia baru masuk sekolah menengah kejuruan (SMK) disini dia memiliki teman-teman baru di sekolahnya,  keadaanpun ikut menjadi baru yang memaksakan deva untuk beradaptasi dengan keadaan. Karena karakternya yang unik banyak teman-teman yang usil dan jahil kepadanya mungkin hampir satu kelas. Wihhh...... sadis baget! Ups bukan maksudku untuk mengajarkan berbuat yang negatif, disini aku hanya ingin berbagi pengalaman yang mungkin teman- teman  juga pernah mengalaminya.

Seperti biasanya ketika siswa dan siswi peseta didik baru mulai berangkat kesekolah, mereka dengan bangga bergerombol dengan teman-temanya bahkan berlomba lomba untuk mendapatkan teman baru atau bahkan gebetan baru......ralat hehhe.....tapi itu beneran aku juga pernah mengalaminya kok. Tidak hanya itu mereka juga pasang sikap terbaiknya untuk mendapatkan teman. Sedikit masukan saja "ingat jangan pernah menilai seseorang hanya dari kafernya saja" .

Setelah beberapa bulan di sekolah peserta didik baru diperkenankan untuk memilih salah satu ekstrakurikuler. Aku memilih ekstrakurikuler seni teater dan ternyata kak deva juga ikut. Setelah mengikuti ekstra seni teater anggota baru berbincang tentang teater dengan para senior. Dalam perbincangan inilah yang membuatku tau ternyata kak deva juga pernah satu sekolah denganku waktu SMP. Aku sebenarnya juga sedikit mengenalinya tetapi tak begitu kenal.
Semakin lama aku mengikuti ekstra seni teater semakin jauh pula aku mengenal kak deva.

Memang benar kak deva anaknya nyebelin, gaje, ngeselin dan usil banget. Tapi aku juga kasihan sama dia, waktu itu kak deva sempet cerita tentang masa sulitnya di sekolah ketika menjadi murid baru. Ceritanya bengini...... di kelas hanya ada anak laki-laki, karena mereka belum mengenal satu sama lain, seperti halnya yang aku ceritakan diatas mereka membuat geng . Karena kak deva anaknya polos, penurut, dan lain dari pada yang lain. Dia sering di kerjain, dijahilin dan di suruh -suruh terus karena kak deva juga anak baru belum mengenal teman barunya dia hanya bisa menurut dan berdiam diri walaupun sering di dibuli. Hampir setiap hari kak deva di perlakukan layaknya seorang pelayan setiap kali dia mencoba menolak pasti kak deva di ancam bahkan dibuli temen satu kelasnya sendiri.

Harinya selalu di  penuhi dengan bulian teman-temanya tanpa bisa merasakan ketenangan hidup. Suatu hari ada kaka kelas melihat kak deva  sedang di buli temanya dan kemudian  langsung di laporkan kepada walikelasnya.

"Dev! Kamu di panggil pak kiki" tegur salah satu kawanya.

"Mau apa emangnya?" Sahut kak deva dengan nada binggung.

"Udah kesana ajah!" Ujar kawanya. Kak deva kemudian menghampiri pak kiki wali kelasnya.

"Assalamualaikum" ucap kak deva sambil mengetuk pintu.

"Wa'alaikumsalam" sahut pak kiki sambil mempersilahkan duduk. Mereka berdua saling tatap muka dan beradu mata kemudian kak deva tersenyum kebingunggan.

"ada apa yah pak manggil saya?, tumbenan."

Dengan muka sedih dan prihatin pak kiki menjawab" yang sabar yah jangan balas dendam nanti mereka juga bakal dapat imbasnya. Siapa tau kelak kamu malah akan mendapatkan pekerjaa yang sesuai dibandingkan teman-temanmu yang lain, mungkin ini cara Allah menguji kesabaranmu untuk mencapai kesuksesan".

Setelah Ujian Nasional (UN) selesai. Di sekolah ada perekrutan tenaga kerja di sebuah perusahaan ternama. Banyak siswa yang mencalonkan diri untuk mengikuti perekrutan tersebut salah satunya kak deva. Singkat cerita Tes pertama dimulai, dari banyaknya siswa yang mengikuti tes tersebut hanya beberapa saja yang bisa lolos dan ternyata kak deva lolos.

Tes demi tes di lalui tak ada yang menyangka bahwa kak deva mampu melewati beberapa tes hingga tes terakhir yaitu Medical Cek Up (MCU). Kekhawatiran pun muncul pada diri kak deva karena kenakalan yang pernah ia lakukan dulu, kak deva hampir putus asa dan hanya bisa berpasrah tetapi dia tetap semangat dan terus berusaha supaya hasil tes terakhirnya baik.

Alhasil kak deva lolos semua tes dan diterima bekerja di perusahan ternama, perusahaan yang menjadi impian siswa yang lain. Bukan main kagetnya teman-teman kak deva tahu bahwa dia diterima di perusahaan tersebut. Dengan bangga mereka semua memberikan ucapan selamat kepada kak deva. Ternyata yang di ucapkan pak kiki menjadi nyata.

Kini kak deva bekerja di salah satu perusahaan besar dan ternama sedangkan teman -teman yang pernah membuli masih bingung mencari pekerjaan.




Penulis
Iren Nizah Pradefi

Profil
Instagram: @Renizah




Posting Komentar

0 Komentar