Siapa Aku



Arfa, Dia adalah anak yang sangat bandel, nakal ,iseng dan apapun itu ada pada dirinya. Arfa tinggal bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuan. Di sekolah arfa senang sekali membuat keisengan, tidak hanya itu Dia juga sering bolos sekolah dan  pelajaran. Entah apa yang ada dipikiranya dia selalu saja membuat resah para guru dan orang tuanya.

Karena tidak hanya membuat masalah di sekolah tetapi dia juga membuat masala di luar sekolah yaitu perang antar pelajar. Seperti halnya Dilan, Dia juga menganggap dirinya sebagi PANGLIMA TEMPUR. Dengan bangga dia menggatakan "Aku merasa bangga dengan apa yang aku lakukan berjuang melawan musuh bersama teman-teman".

Diluar semua itu, Arfa adalah anak yang penurut kepada orang tuanya terutama IBU. Sungguh pemandangan yang sangat indah ketika pang lima tempur meneteskan air mata untuk sang Ibunda. Itu semua terjadi  ketika Arfa mendapati ayahnya berbuat yang tidak baik kepada ibunya yang membuat hati Arfa terusik  hingga kelubuk hati.

Tidak hanya itu sebenarnya Arfa adalah anak yang cerdas dan pandai. Ketika dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dia mendapatkan peringkat 5 besar di kelasnya. Arfa juga sering malaksanakan puasa sunah senin dan kamis. Tetapi ketika dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) sikap dan perilaku dia luntur karena pergaulan yang salah. Arfa membelokan arahnya ketika dia sudah berjalan di jalan yang lurus. Dia tidak pernah masuk kelas, tidak mengarjakan tugas bahkan dia membohongi orang tuanya dengan mengatakan berangkat ke  sekolah padahal dia ikut berantem dengan sekolah lain.

Sungguh pada saat itu dia tidak memikirkan perasaan kedua orang tuanya bahkan dia tidak memikikan dirinya sendiri. Yang penting banginya adalah kebersamaan dan kesenangan bersama teman-temannya. Di saat ini pula dia mulai berani mengonsumsi obat-obatan terlarang karena terpengaruh ajakan temanya. Tidak ada pilihan selain mengikuti apa yang temanya lakukan. Nilai moral yang ditanam dengan baik kini membusuk karena tidak dirawat.

Hingg Arfa memasuki bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedikit namun pasti kini dia mulai sadar masa lalu yang pahit tidak akan membuat masa depan menjadi baik.
Dia memilh melanjutkan sekolahnya untuk membantu orang tua di banding terus bergabung dengan teman-teman yang tidak jelas masa depanya. Di masa ini Arfa mulai menata diri kembali walau sulit namun harus dia lakukan.

Dengan Semangat dan Komitman yang tinggi dia jalani hari dengan sungguh - sungguh. Itu semua berkat do'a orang tua dan dorongan dari sepupu yang selalu mendukung di setiap situasi yang arfa hadapi. Dia tidak hanya sepupu tetapi juga temanasa kecil.
Ketika Arfa ingin merubah dirinya menjadi lebih baik ada saja tantangan dan rintangan yang mnghalangi.

Ketika itu Arfa kabur dari rumah karena mengetahui ayahnya menikah lagi dengan perempuan lain dan memiliki anak. Hati Arfa hancur lebur hingga dia tidak tau harus berbuat apa. Dia tak berdaya melihat ibunya menitikan air mata kekecewaan. "Cukup aku yang membuat kecewa ibu tetapi kenapa kini ayah menghancurkan segalanya!" Tak ada yang bisa arfa lakukan dia hanya bisa berdiam diri dan pasrah dengan apa yang telah terjdi.

Satu minggu berlalu Arfa tidak kunjung berangkat sekolah. Hingga akhirnya dia berangkat kembali karena dia ingat pada pesan ibunya " kamu harus tetap sekolah supaya bisa menjadi orang yang sukses". Dengan tegar arfa berkata " Arfa janji bu. Arfa akan membahagiakan ibu dan menjadi orang yang sukses".

Dengan semangat dan komitmen kini arfa sudah bisa menata diri dan menjadi pribadi yang lebih kuat. Semua itu berkat do'a orang tua dan pengalaman. Percayalah tidak ada yang kebetulan di Dunia ini semua sudah Allah tuliskan sebelum kita hadir di dunia.



Penulis
Iren Nizah Pradefi

Profil
Instagram: @Renizah

Posting Komentar

1 Komentar