Jangan Jadi Egois Untuk Bisa Memahami Orang Tua


Orang tua merupakan malaikat yang diturunkan untuk selalu ada buat kita, karena mereka akan selalu menyayangi kita apa pun yang terjadi. Merawat dan membesarkan kita adalah kewajiban mereka, memberi segala sesuatu yang menjadi kebutuhan juga merupakan kewajibannya. Kita sebagai anak adalah buah kasih sayang mereka, mereka tanpa kita pasti kesepian, senakal apa pun kita, semarah apa pun mereka terhadap kita mereka akan selalu menyayangi dan selalu berusaha untuk melengkapi kebutuhan kita.

Hanya saja kita sebagai anak kadang merasa marah, kecewa, merasa tidak adil dengan apa yang dilakukan mereka terhadap kita. Misalnya saat kita yang kadang pulang telat tidak sesuai waktu pulang – pulang langsung dimarahi, kita yang kadang melakukan hal – hal yang menurut mereka salah langsung mendapat beragam cacian dan makian, kita yang merasa sudah besar kadang saat main ditempat teman karena sudah larut malam ( Padahal baru jam 8 malam ) sudah disamperin dan disuruh pulang, dengan muka yang sangat malu, rasa kecewa terhadap mereka pun pasti ada karena merasa mereka telah mempermalukan dihadapan teman – teman kita. Kecewa pasti, terluka hati ini, dan rasanya ingin berontak, ingin memukul, ingin mencaci maki balik, ingin lari jauh dari jangkauan orang tua, serta ingin bebas sebebas – bebasnya tanpa ada halangan dalam melakukan kegiatan karena selalu merasa diawasi oleh orang tua.

Karena kita yang masih muda, masih belia, bergejolak dalam jiwa, masih sangat-sangat labil, dan kata bang Roma Irama kita ini masih berdarah muda  Sejatinya tidak dapat memahami perasaan orang tua kita sebenarnya. Kita terlalu egois, kita terlalu ingin benar sendiri dan ingin menang sendiri, segala apa pun yang kita lakukan merasa paling benar, merasa paling baik, merasa yang lain tak terlalu penting. 

Pokoknya apa pun yang orang lain lakukan yang bertentangan dengan kita, kita merasa mereka semua menyebalkan, mereka semua salah, mereka semua tak tahu apa – apa. Apa lagi untuk anak yang masih berumur belasan tahun, mereka biasanya mempunya pendirian yang kuat dalam berpendirian, kekeuh dengan apa yang dipegang, meraka sangat sangat keras kepala.

Padahal apa bila kita mau duduk atau bersandar dengan santai sambil melihat kelangit dan merenung dengan hati yang bersih, kita pasti bisa melihat segala apapun yang dilakukan orang tua merupakan sebuah kebenaran. Tindakan yang dilakukan orang tua merupakan sebagai wujud dari tanggung jawab mereka kepada kita, dan juga bentuk rasa kepedulian mereka terhadap kita yang merupakan anaknya.

Bayangkan . . . . .  Apabila kita tidak pernah ditegur, kita pasti tidak akan pernah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Yang menurut kita baik belum tentu menurut orang lain baik, yang menurut kita benar belum tentu menurut orang lain benar, dan disitulah tindakan orang tua yang menurut kita menyebalkan tapi sebenarnya hanya berusaha membetulkan dan memperbaiki supaya anak tercintanya tak mendapatkan cacian dari orang lain, maka orang tua berusaha mencegah buah hatinya supaya tak mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain dengan memarahi kita terlebih dahulu. 

Kalau kalian tahu, perasaan orang tua itu seperti lapisan kulit ARI yang begitu sangat tipis, mereka akan bersedih tatkala melihat anaknya bersusah hati, mereka akan menangis dikala anaknya merasa kekurangan. Setiap orang tua rela sakit dari pada melihat anaknya yang menahan sakit, orang tua rela menahan rasa lapar yang begitu hebatnya dari pada melihat anaknya kelaparan. Orang tua lebih rela dan lebih ikhlas melihat anaknya menangis karena dimarahi dan dinasehati sendiri dari pada menangis oleh orang lain.

Yakin dan percayalah kalian akan memahami mereka suatu saat jika kalian sudah menjadi orang tua juga, gimana rasanya memiliki seorang anak, anak yang pulang sekolah telat, anak yang pulang bermain sampai larut malam, gimana rasanya anak bermain sampai lupa makan. Untuk saat ini kalian yang masih muda, kadang ada rasa marah, kecewa terhadap mereka ( orang tua ) hal tersebut wajar, sebab kita hanya manusia biasa yang kadang memiliki rasa ketidak puasan terhadap situasi yang dialami.

Akan tetapi sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan karena ingat semua yang berlebihan itu tidak baik, ingatkah jauh disana banyak sekali anak-anak yang terlantar dab tidak seberuntung kalian yang masih memilki orang tua. Sebenci dan semarah apa pun kalian terhadap orang tua, setidaknya kalian pernah merasakan apa yang namanya di gendong, dipeluk, dicium, diberikan kasih sayang walau hanya sekejab. Tidak seperti mereka yang dari kecil sama sekali tak mengenal orang tuanya, mereka hidup di panti asuhan, hidup menggelandang, hidup hanya berasal dari belas kasihan orang lain. 

Jadi mulai saat ini mari kita berintrospeksi diri, masih maukah kita merasa kecewa terhadap orang tua kita? Marah apabila kita dimarahi oleh mereka? Karena sejatinya tidak ada orang tua yanga mau menyakiti anaknya sendiri.

Posting Komentar

2 Komentar