Percayalah Merokok Tidak Akan Membuatmu Keren, Apalagi Dihadapan Makhluk Bernama Cewe

Pernah liat bocah SD ngerokok? Pasti pernahlah, soalnya dulu di TV juga ada berita bocah SD sudah ketagihan rokok, lucu sih ngeliatnya tapi juga miris ngeliat realita tersebut. Gue gak tau pasti apa penyebabnya, tapi mungkin karena bocah tersebut bergaul dan berteman bukan sama teman sebayanya, melainkan sama anak-anak yang sedang mencari jati diri alias bocah SMP. Jadi si anak SD ini berteman dengan anak SMP yang kebetulan ngerokok, dan dia ikut-ikutan ngerokok sampai akhirnya ketagihan, miriskan liatnya.

Gue juga sering ngeliat anak-anak SMP dan SMA/SMK lagi pada ngerokok diwarung-warung pinggir jalan, mungkin kalau orang tua mereka ngeliat gue yakin pasti hati mereka bakalan sedih dan was-was karena ngeliat anak mereka seperti itu, bukannya belajar yang bener di sekolah malah asik tongkrang tongkrong sambil ngerokok gak jelas.

Biasanya mereka ngerokok karena alasan ingin dianggap, ingin eksis, ingin terlihat keren oleh kawan jenis, dan kurangnya perhatian dari orang tua, perhatian orang sekeliling tempat tinggalnya, kurang perhatian dan kasih sayang yang mungkin tidak seperti, yang diharapkan.

Orang tua mungkin hanya sibuk memberikan kebutuhan Materi semata, bayar sekolah, beli seragam, beli buku, uang jajan tak kurang, dan blablablabla...... intinya mereka cuma memberikan fasilitas saja. Mereka kadang lupa bahwa anak mereka juga butuh perhatian ( gimana sekolahnya hari ini nak? Teman - teman di sekolah gmna? Ada masalah tidak hari ini? Sudah solat belum? dan lain - lain ) anak khususnya yang masih bersekolah amat sangat memerlukan perhatian seperti, perlu sekali ! ! !

Buat bapak dan ibu guru, sebagai pengganti orang tua di sekolah tolonglah jangan pernah membabi buta menyalahkan mereka bila melakukan hal yang tidak diharapkan, karena masa-masa SMP dan SMA/SMK adalah masa dimana mereka sedang mencari jati diri, apa bila perhatian yang kurang di dalam rumah maka mereka akan mencari perhatian diluar rumah, caranya ya itu ngerokok dan nongkrong gak jelas.

Walaupun kadang ada orang tua yang sudah ngasih perhatian penuh, kewajiban orang tua sudah terlaksana pada anaknya tidak hanya memenuhi urusan materi akan tetapi batin juga, tapi kenapa anaknya masih ngeroko? Berarti masih ada yang kurang, mungkin orang tua terlalu disiplin sehingga baik hanya di dalam rumah, mungkin orang tua terlalu menuntut anaknya harus seperti ini, seperti itu, mungkin terlalu egois menganggap semua kewajiban orang tua kepada anaknya sudah terlaksana. Menurut gue itu bukan bentuk perhatian kepada anak, tapi bentuk keegoisan orang tua terhadap anak mereka.

Terbukalah pada anak, orang tua ( Guru Termasuk ) wajib mendengar keluh kesah mereka, dengarkan permasalahan mereka, dan berilah bimbingan yang benar kepada mereka. Anak atau siswa merokok bukan berarti mereka buruk, nakal, berandal, atau pun memiliki masa depan suram. Mereka hanya kurang PERHATIAN. . . . kurang DIDENGAR ASPIRASINYA . . . kurang DIHARGAI KEBERADAANNYA . . . sehingga mereka mencari perhatian orang di luar rumah, sehingga mereka mencari orang yang mau mendengarkan ( kebetulan teman nongkrongnya ), sehingga mereka mencari orang yang mau menghargai keberadaannya.

Jadilah seperti cermin yang tidak hanya memperlihatkan bagian terbesarnya akan tetapi bagian terkecilpun akan terlihat apa bila terbuka.

Anjir gue nulis panjang amat, intinya sih gue mau bilang Saling lah terbuka, memahami dan menerima SOLUSI TERBAIK.

Posting Komentar

1 Komentar