Kita Penentu


Kenali diri mu sendiri, Jangan pernah bercermin pada orang lain. Siapa saya? saya berasal dari mana? Orang kaya kah, orang miskin kah?. Jangan bertindak bodoh dengan berpenampilan dan berperilaku layaknya orang lain, atau seperti yang orang lain inginkan. Bertindak dan berperilaku lah sesuai dengan apa yang kita mampu, dengan apa yang kita bisa. Saya ya saya, Kamu ya kamu, dia ya dia, dan mereka ya mereka. Jadilah diri kita sendiri , jadilah diri Kamu sendiri.

Sekarang banyak yang berperilaku seakan sempurna demi memenuhi hasrat orang lain, mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan sebenarnya diluar kuasanya. berbagai cara kita sesuaikan dengan lingkungan tempat kita bergaul. Misalnya teman merokok kita ikut merokok juga, sebenarnya apa sih yang kita dapat? hanya pengakuan semu, padahal orang tua dirumah berharap anaknya tidak seperti itu.

Tidak ada satu orang tua pun di dunia ini yang memberi uang saku sekolah dengan rincian ( Misal uang saku 20.000 ) 5 ribu untuk bensin, 10 ribu untuk makan, dan 5 ribu lagi untuk membeli rokok, tidak mungkin ada orang tua yang setega atau sebodoh itu. Walaupun orang tuanya merokok tak mungkin ada orang tua yang mengingikan atau berharap anaknya kelak suatu hari nanti harus menjadi perokok juga. Apa lagi masih sekolah yang notabennya uang masih dikasih oleh orang tua.

Yang memiliki anak perempuan tidak mungkin ikhlas bila orang tuanya mengetahui jika anak perempuannya suka nongkrong, berboncengan mesra, apalagi sampai terbawa merokok bersama teman laki- lakinya. Entah anak laki-laki maupun anak perempuan, sadarlah....... siapa kamu, siapa orang tua mu, Kalian masih bersekolah. Masih jauh, sangat jauh perjalanan hidup mu nak, yang masih berumur 14 Tahun, 16 Tahun...... mulai sekarang ayo berubah, sadari saya ini siapa, Apakah akan terus seperti ini.

Kasihan orang tua kalian, yang Petani Masyallah mereka rela berpanas-panasan demi mendapatkan 50.000 ribu, mereka yang berdagang berangkat pagi pulang sore demi meraup keuntungan hanya 100.000 ribu, mereka yang pegawai rela mengurusi keperluan untuk orang lain dari pada kita demi Gaji perbulan, yang berada di luar kota apa lagi di luar negeri, masyallah tak berharap anaknya gagal, menjadi tak berguna, dan hanya menjadi sampah masyarakat dikemudian hari.

Mulai sekarang ayo berubah, sadari asal kita, sadari siapa kita. Selagi orang tua masih ada ayo buat mereka bangga, buat mereka tersenyum. SENYUM MU , TERSENYUMLAH ORANG TUA . . . . . BAHAGIA MU, BERBAHAGIALAH ORANG TUA..........SAKIT MU, TERSAKITILAH ORANG TUA.

Posting Komentar

2 Komentar