Janganlah Jadi Benalu Yang Selalu Menyusahkan


Saat ku melihat mereka tersenyum bahagia, aku juga ikut bahagia, saat melihat mereka bersedih aku juga ikut merasakan sedih. Mungkin sekarang aku masih kecil bagi mereka, dimata mereka mungkin aku belum tahu apa-apa bagi mereka. Aku masih berumur belasan, aku belum bekerja dan belum mempunyai penghasilan sendiri, dan juga aku belum bisa membuat kalian bahagia. Tapi percayalah, suatu hari nanti kalian takan merasakan lagi kebingungan yang begitu hebat, karena urusan makan dan bayaran sekolah.

Saat ini aku hanya bisa berdoa yg terbaik buat kalian dan yg terbaik buat masa depan, aku hanya bisa berusaha bersekolah sebaik mungkin, tak pernah bolos, tak pernah bermasalah dengan BK, tak bermasalah dengan para guru. Yg bisa ku lakukan saat ini hanyalah belajar dengan sebaik-baiknya. Aku berusaha bersekolah apa adanya, cukup sarapan dan makan siang, saya tak butuh bergerombol sama teman, pergi jalan-jalan dengan teman, nongkrong, kumpul pulang malam, aku tak butuh semua itu. Dikala kalian terlihat bahagia itu saja sudah cukup bagi ku, makan tak perlu kenyang, uang saku tak perlu berlebih, berapa pun kan ku terima dengan doa tulus dan ridho kalian.

Ayah , Ibu terus lah mendoakan anak mu ini, teruslah sehat hingga kelak anak mu sukses, kuatkan langkah kalian ( mengantarkan kesuksesan anak - anak mu ), genggam erat keyakinan kalian ( suatu hari nanti anak mu pasti akan sukses ),  keringat mu yang akan membawa ku memahami arti hidup ini, bagai mana aku harus bertindak, bagai mana aku harus melangkah. Tuntunan dan nasihat kalianlah yg membawa ku kelak memahami kenapa aku harus seperti ini. Ingin ku segera melangkah, menggapai yang ku ingin dan kalian harapkan, ingin ku cepat-cepat lulus, dan cepat-cepat bekerja demi membantu kalian mengurus adik adik yg sedang berjuang. Ingin ku berada disamping kalian ikut menopang kebutuhan keluarga.

Aku tak ingin seperti mereka yg hanya menghambur-hamburkan hasil kerja keras kalian, bersekolah hanya sebuah identitas, berangkat sekolah hanya sebagai formalitas, melihat Rapot ( hasil belajar ) hanya sebagai tumpukan kertas, berkumpul, bergerombol, nongkrong yang tak mengenal batas. Aku hanya ingin menjadi orang yg pantas, kelak menjadi orang yang berkualitas.

Buah jatuh tak kan jauh dari pohonnya, akan tetapi pohon yang terletak di tebing laut, saat buahnya jatuh maka buah tersebut tak mungkin jatuh dekat dengan pohonnya. Ada 2 kemungkinannya... Buah terjatuh kemudian hanyut oleh air laut ( Lingkungan ) sampai busuk ( tak bermanfaat sama sekali ), dan buah terjatuh kemudian hanyut oleh air laut ( Lingkungan ) tak berapa lama kemudian ditemukan oleh orang dan memakannya ( memiliki manfaat ).

Posting Komentar

2 Komentar